Berita Terbaru

Jelajahi informasi seputar Sumatera Barat sebagai pertimbangan dalam perjalanan anda

Wisata Gastronomi (Kuliner)

Eksplorasi Rasa 2026: Mengapa Padang Dinobatkan Sebagai Kota Kreatif Kuliner UNESCO
PADANG – Setelah melalui proses kurasi yang ketat, UNESCO resmi menetapkan Padang sebagai bagian dari Creative Cities Network di bidang Gastronomi pada awal 2026. Hal ini memicu gelombang baru wisata kuliner yang lebih edukatif di ibu kota Sumatera Barat ini.

Wisatawan tidak lagi hanya duduk dan makan. Tren “Kitchen Theatre” kini menjamur, di mana pengunjung bisa ikut serta dalam proses merandang (membuat rendang) secara tradisional menggunakan kayu bakar di desa-desa wisata sekitar pinggiran kota. Selain rendang, Soto Padang dan Sate Padang kini memiliki festival tahunannya sendiri yang diselenggarakan di sepanjang Pantai Padang (Taplau).

Yang menarik di tahun 2026 adalah digitalisasi kuliner. Lewat aplikasi “Padang Flavor”, wisatawan bisa melacak hidden gems kuliner berdasarkan tingkat kepedasan dan keaslian resepnya. Penataan area kuliner di sepanjang bibir pantai juga sudah menggunakan sistem pengolahan limbah mandiri, memastikan bahwa kenikmatan menyantap keripik sanjai dan ikan bakar tidak merusak keaslian ekosistem laut kita.

Heritage & Urban Creative

Nostalgia Batang Arau: Menghidupkan Kembali ‘Little Amsterdam’ di Jantung Kota Padang
PADANG – Proyek revitalisasi besar-besaran kawasan Kota Tua Padang yang dimulai beberapa tahun lalu akhirnya membuahkan hasil manis di tahun 2026. Kawasan Batang Arau kini bertransformasi menjadi pusat kreatif (Creative Hub) yang menjadi magnet baru bagi milenial dan Gen Z.

Gedung-gedung peninggalan kolonial yang dulunya kusam, kini bersinar kembali sebagai galeri seni, perpustakaan digital, dan butik kopi yang menyajikan biji kopi asli Solok Radjo dan Malintang. Area pedestrian di sepanjang pinggiran sungai Batang Arau telah diperlebar, lengkap dengan jalur sepeda dan deretan pohon cemara yang memberikan suasana sejuk ala Eropa.

Setiap akhir pekan, kawasan ini menggelar “Pasar Kreatif Jembatan Siti Nurbaya”, di mana para pengrajin lokal memamerkan produk tenun Minang modern dan kerajinan perak kontemporer. Penataan lampu hias di malam hari menjadikan kawasan ini sebagai lokasi fotografi malam terbaik di Sumatera Barat, menghidupkan kembali julukan ‘Little Amsterdam’ yang sempat melekat pada kota ini di masa lampau.

Wisata Bahari & Eco-Luxury

Sirandah Island: Pelopor Smart Eco-Tourism di Gerbang Samudra Hindia
PADANG – Memasuki kuartal pertama tahun 2026, Pulau Sirandah resmi mengukuhkan posisinya sebagai destinasi eco-luxury utama di Sumatera Barat. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini Sirandah mengusung konsep Smart Island yang memadukan kenyamanan digital dengan pelestarian alam.

Wisatawan kini bisa menikmati fasilitas underwater glamping pertama di Sumatera, di mana pengunjung dapat melihat terumbu karang langsung dari dinding kaca kamar yang ramah lingkungan. Pengelola pulau bekerja sama dengan komunitas lokal kini menerapkan sistem “Zero Plastic Zone”, di mana setiap pengunjung diberikan botol minum pintar yang bisa diisi ulang di berbagai titik sensorik di pulau.

“Kami tidak lagi hanya menjual pasir putih, tapi pengalaman menjaga alam yang eksklusif,” ujar kepala pengelola kawasan wisata bahari terpadu. Dengan waktu tempuh hanya 40 menit dari Pelabuhan Teluk Bayur menggunakan speed boat terbaru, Sirandah menjadi pelarian singkat paling mewah bagi mereka yang ingin lepas sejenak dari hiruk-pikuk kota.

TOP